Muse Concert Singapore September 2015

Studio_20150927_004034

Sekarang hampir jam 2 pagi…. Satu jam yang lalu aku baru pulang dari konser Muse di Singapore Indoor Stadium. Oh, what a night….

Muse, band tiga sahabat dari  Teignmouth, Inggris itu band favoritku sejak awal 2001. Tapi aku baru dua kali nonton konser Muse. Yang pertama konser untuk mempromosikan album keenam mereka, The 2nd Law (2012), di Melbourne, Australia, Desember 2013. Konser kali ini untuk mempromosikan Drones, album ketujuh Muse.

Aku nyampe di indoor stadium sekitar jam 7.30 malem…. dan langsung pusing liat antrean yang mengular. Tapi cepet kok! Sebelum jam 8 aku udah duduk manis, siap nonton konser.

Manis kan?

Manis kan?

Katanya mulai jam 8, tapi ternyata telat banget. Para penonton sampe keliatan udah gak sabar lagi… Salut buat band pembuka, The Ruse dari LA yang dengan tabah bermain di depan musers yang udah gak tahan pengen nonton idola mereka…. Tapi penonton masih sopan kok, masih bertepuk tangan ala kadarnya, hihi. Lagu-lagu The Ruse lumayan catchy juga, lho!

Setelah The Ruse turun dari panggung, segera terlihat kesibukan untuk menyiapkan panggung bagi Muse. Lumayan makan waktu juga…. Tata panggung konser Drones ini menurutku biasa-biasa saja, gak sekeren tata panggung konser The 2nd Law. Hanya ada sebuah layar raksasa sebagai latar belakang, dengan layar yang lebih kecil di kanan dan kirinya. That’s it.

Layar raksasa sebagai latar belakang panggung.

Layar raksasa sebagai latar belakang panggung.

Tata panggung yang heboh

Bandingkan dengan ini…. konser The 2nd Law, Melbourne 2013.

995574_10200756562146271_2105628335_n  1459122_10200796710189947_337567309_n

Akhirnya, sekitar jam 9.30 si Drill Sergeant muncul di layar, dan Muse tampil menggebrak dengan Psycho dan Reapers, dua lagu dari album Drones. Disambung dengan Plug In Baby dari album Origin of Symmetry (2001), Resistance dari album The Resistance (2009) dan The 2nd Law: Unsustainable dari album The 2nd Law. Setelah itu balik lagi ke Drones, dengan lagu Dead Inside.

Aww, Matt!

Aww, Matt!

So far so good…. Tapi penonton masih lumayan kalem. Penonton mulai heboh pas Interlude muncul, karena komposisi instrumental ini selalu diikuti oleh Hysteria, lagu ngehits dari album Absolution (2003). Citizen Erased dari album Origin of Symmetry segera menyusul, and everyone went crazy!

Oh Dom!

Oh, Dom!

Feeling Good, juga dari Origin of Symmetry, muncul selanjutnya dan mendapat sambutan heboh dari penonton… Kayaknya gak ada yang gak hafal lirik lagu ini….

Mmm... looking fiiine, Chris!

Mmm… looking fiiine, Chris!

Studio_20150927_003911

Setelah itu, Dom dan Chris main Munich Jamtheir usual drum and bass jam….

Munich Jam

Munich Jam

Terus Matt nggabung lagi dan mereka main Madness (The 2nd Law), Supermassive Black Hole (Black Holes and Revelations), Time is Running Out (Absolution), Starlight (Black Holes and Revelations) dan Uprising (The Resistance). What a magical moment, apalagi ketika balon-balon raksasa tiba-tiba bermunculan dan bergantian meledak, menghamburkan confetti di udara…. Sampai gak sadar kalo Matt, Dom dan Chris  menghilang ke balik panggung….

Studio_20150927_230320

Oh no… Selesai? Ternyata gak….. mereka balik lagi dengan Mercy dari album Drones. Penonton semakin menggila dan hujan confetti semakin menjadi-jadi….

DSC06945

Setelah hujan confetti mereda, Chris mulai memainkan harmonica, membawakan komposisi dari Ennio Morricone, Man With a Harmonica. The crowd went wild again….. karena kalo si Chris udah main harmonica, itu tandanya bentar lagi Knight of Cydonia dari album Black Holes and Revelations bakalan muncul. Man, this song is so grand! Epic! Pas banget dibawakan sebagai lagu penutup.

Chris with a harmonica....

Chris with a harmonica….

All in all, puas banget sama konser ini. Muse emang dari awal udah terkenal sebagai band live. Asli, lagu-lagu mereka kedengaran lebih keren live daripada di rekaman. Cuma sayangnya, Muse gak membawakan satu pun lagu dari album perdana mereka, Showbiz (1999). Padahal lagu-lagu dari album ini keren abis, bikin aku setia jadi muser sampai sekarang. Aku juga mulai belajar gitar di tahun 2001 karena terinspirasi dengan lagu Unintended di album ini. Sayangnya sampai saat ini kemampuan bermain gitarku masih tetap memprihatinkan, tapi minimal aku bisa main Unintended sambil merem!

Oya, satu lagi…. Tata panggung dengan tiga layar raksasa bikin aku rada gak konsen nonton aksi Muse. Mataku jadi kayak terpaku ke berbagai video clip yang ditampilkan di tiga layar raksasa itu. Emang jadi bisa liat Matt, Dom dan Chris dengan lebih jelas, tapi nonton video clip bisa kapan aja di youtube, kan? Tata panggung konser The 2nd Law di Melbourne menurutku lebih enak, pakai video clip juga, tapi gak terus-terusan dan gak di layar raksasa gitu. Tadi sampai rada susah liat Dom, kalo foto gitu kayak kena backlight. Aku kan pengen beneran liat orangnya, bukan video clip-nya, pengen lebih intim gitu loh. Eh, yaelah, intim? I guess my inner Penny Lane is showing. Ehehehe.

Rather distracting...

Rather distracting…

Fiuuhhh…. Akhirnya selesai juga reportaseku. Tidur dulu yaa…..

Disclaimer: semua foto adalah dokumentasi pribadi milik Citra Savitri.

Advertisements

18 thoughts on “Muse Concert Singapore September 2015

  1. Mbaaaakkk, ngiri bangettt, gak kebagian, hiks T_T .. “Supermassive Black Hole” my all time fav song by Muse lho.. Lucky you, bisa catch em dua kali .. Saya cuma bisa mantengin foto keren disin 😉

    Ntar Def Leppard pun susah nih kayaknya, hadduuhh, nasiiibb .. Jangan lupa mampir ke tempat saya di Batam kalo sempat ya Mbak, lam kenal, you rocks ^^

    Like

    • Matt is soo hawt! Iya, beberapa hari ini aku lagi seneng nonton video konser Muse jaman Showbiz, jaman Matt masih kuruus dan culun…. Jadi keliatan banget sekarang udah bentuk bapak2 gitu, haha…. Aku juga suka Plug In Baby 😉

      Like

  2. Whoaaa mbaaaak, kamu duduk depan banget ya…foto2nya bagus-bagus dan jelas. Aku rada jauh sih, maklum beli tiketnya mampunya segitu hihihi tp suerr puas banget sama konser ini, belom move on sampe sekarang 😀

    Like

    • Lho, kamu kemarin nonton juga ya, Dita? Mana laporannya? Hehe…. Aku juga duduk di belakang kok, cameranya dizoom aja maksimal, hihi…. Sama, belum move on nih, sampe gak bisa ngapa2in, huahaha….

      Like

  3. Aduh… Mbak nonton di Cat brp?
    Aku di Cat 3
    Sumpah crowdnya menyedihkan
    Aku lagi teriak2 nyanyi citizen erased kok diem yg di kanan kiri 😥😱😱
    Pas kuperhatiin kayaknya yg buat rame tuh org Indonesia kayaknya di festival
    Kalau bisa loncat ke festival pengen loncat rasanya 😢😢😢

    Like

    • Hahaha…. iya sih, aku juga liat masih banyak yang duduk2 aja diem gitu…. crowd-nya lebih asik yang di Melbourne dulu…. Benernya nonton konser lebih seru di festival ya, lebih dapet suasananya…..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s